Kamis, 18 April 2013

Kampung Ndersmo, Kawasan Pesantren Tua Surabaya

Ndresmo , kampung-ku yg kecil. yang berbagai macam orang mengucapkannya . ada yg bilang SIDOSERMO atau SIDORESMO . namun nama asal dari kampung itu bernama NDRESMO . hampir seluruh daerah bahkan negara2 lain terlebih timur tengah banyak yg kenal desa itu . ya karena kebanyakan penduduk nya punya pesantren . ya ! jumlahnya sangat banyak . dan lagi para penduduk asli situ adalah dari keturunan baginda nabi MUHAMMAD SAW dari berbagai arah silsilah yg berbeda . ada dua jalur silsilah yg menghubungkan nasab penduduk ndresmo ke-baginda nabi muhammad . yaitu dari keturunan sayyid abu bakar basyaiban dan sayyid adhmat khon ( bisa jadi ada yang lain dari kedua keturunan itu ).....


nama NDRESMO itu bukan sebuah kebetulan saja . namun terdapat sejarah awal penamaan itu . dahulu sekali , setelah sayyid sulaiman dan kakaknya sayyid ali ( keduanya adalah putra dari sayyid abdurrahman suami dari syarifah khodijah putri syarif hidayatullah , sunan gunung jati ) berkelana dalam penyi'aran islam , akhirnya beliau berdua menetap disuatu tempat . sayyid sulaiman berakhir di mojoagung hingga wafat beliau dan dikebumikan disana . namun sebelum ke-mojoagung beliau sudah mendirikan sebuah pesantren dipasuruan yg hingga kini masih berdiri kokoh dan besar . nama pesantren itu adalah SIDOGIRI .
sedangkan kakaknya , sayyid ali al-arif menetap dan mengajar didaerah pasuruan yg terkenal dg sebutan SEGOROPURO . beliau-pun diwafat dan dikebumikan disana .


nah , disaat sayyid sulaiman masih memangku pesantren dipasuruan itu-lah , beliau berkeinginan lebih meluaskan syi'ar islamnya ke-daerah2 lain . beliau menyuruh putra2-nya agar semakin giat dalam hal penyebaran islam diberbagai daerah . terdapat beberapa nama dari putra2 beliau yang tercatat diberbagai silsilah . diantaranya :

abdul wahab , hazam , tsabit , ali akbar , abdulloh , abid , hasan , husein dan muhammad baqeer . ( mungkin ada yg lain ? allahu a'lam ) .


para putra2 sayyid sulaiman itu banyak yg menyebar untuk melaksanakan keinginan ayah mereka utk memperluas penyebaran islam . tak terkecuali putra beliau yg bernama sayyid ali akbar . dalam masa pengembaraan , beliau ( sayyid ali akbar ) bermunajat pada Allah agar diberi petunjuk dimana tempat atau daerah yg layak buat dirinya menetap . dan ternyata Allah memberikan petunjukNYA . terlihat oleh sayyid ali akbar ditengah2 munajatnya , sebuah cahaya yg terang yang mengarah kesuatu tempat yg kala itu masih sebuah hutan yg angker .
menurut riwayat tidak ada satupun orang yg sanggup memasuki hutan itu . orang banyak yg menyebutkan nama daerah itu dengan nama ' alas demungan ' . akhirnya sayyid ali akbar melaporkan hal itu pada ayahandanya , sayyid sulaiman . mendengar penuturan putranya itu , sayyid sulaiman menyuruh sayyid ali akbar agar membabat dan menakhlukkan hutan itu dan membangun tempat tinggal disitu . beberapa santri ayahnya dipesantren sidogiri di-ikut sertakan untuk membantu putranya mengemban tugas itu .

singkat cerita , sayyid ali akbar berhasil membabat dan menakhlukkan hutan itu . berbagai kendala dan cobaan alhamdulillah berhasil beliau lalui . setelah selesai , beliau membangun satu rumah sederhana yang dihalaman depan-nya terdapat sebuah ' gutek'an ' atau istilah sekarang satu tempat yg disediakan untuk santri menetap . setelah selesai semuanya , tak lama ayahanda beliau datang untuk melihat hasil kerja putranya itu . cukup puas perasaan sayyid sulaiman melihat semua hasilnya . maka beliau berpesan pada putranya agar menetap disitu dan beliau menyuruh sebagian santrinya yg tadinya membantu sayyid ali akbar agar ikut menetap bersama putranya . sayyid sulaiman memilih beberapa santri yg berjumlah 5 orang . akhirnya sayyid sulaiman kembali kepasuruan dan meninggalkan 5 santri buat putranya , ali akbar .

hari terus berganti . kehidupan sayyid ali akbar penuh berisi dengan ibadah , ngaji dan pembenahan . setiap tak ada kegiatan ngaji bagi para 5 santri tersebut , mereka isi dengan muthola'ah ( belajar ) kitab2 yg telah diajarkan sayyid ali akbar . hingga suara mereka dalam hal membaca kitab terdengar oleh beliau . akhirnya beliau segera menghampiri para santri-nya itu . dihadapan para 5 santri itu beliau berkata :

" kang , tiap malam aku selalu mendengar kalian belajar bersama saling nderes ( membaca ) kitab yg telah aku ajarkan . maka ingat baik-baik , sejak saat ini yang mulanya desa ini bernama ndemungan , maka aku ganti dengan nama NDRESMO . sing nderes kabehe limo ( yang belajar lima orang ) .

" inggih kyai " ( iya kyai ) jawab para 5 santri itu kompak .

maka sejak itulah , desa itu mulai dikenal orang dengan nama ndresmo . dan lama kelamaan ndresmo mulai berdatangan para murid sayyid ali akbar yang ingin menimba ilmu dipesantren beliau ini . semakin ramai dan terkenal desa itu . dan hingga kini kampung ndresmo terkenal dengan sebutan ' mekkah-nya tanah jawa ' .



perlu diketahui , salah satu dari 5 santri sayyid ali akbar tersebut adalah ' ki ageng hasan besari ' yg terkenal dg ki kasan besari ponorogo . seorang ulama besar dan sangat terkenal hingga kini .
meski ndremo desa yg sangat kecil tapi terdapat puluhan pesantren disitu , meski rata-rata santrinya cuma sedikit . terhitung hanya 2 pesantren yg bisa dikatakan besar dindresmo itu . yaitu ponpes annajiyah dan ponpes at-tauhid . dan inilah nama pesantren didesa ndremo yg memang sudah punya nama :

1 . an-najiyah ( pim. KH.Mas yusuf muhajir , diponpes barat )
2 . an-najiyah ( pim. KH.Mas abdullah muhajir , diponpes timur )
3 . at-tauhid ( pim. KH.Mansyur Tholhah )
5 . Yanaabi'ul-ulum ( pim. KH.Mas Khotib )
6 . Al-haqiqi ( pim. KH.Mas Lukman abdul qadir )
7 . Al-wasilah ( pim. KH. Anshor Muhajir )
8 . lupa namanya ( pim. KH.Mas Khalim dan K.Mas Abdul Qadir )
9 . lupa namanya ( pim. K.Mas Faqor )
10. lupa namanya ( pim. Nyai Hj. Mas Farohah
11. al-irsyad ( pim. Nyai Hj. Mas Afifah binti KH.Mas Nur Rosul )
12. lupa namanya ( pim. Nyai Mas Luthfa binti KH.Mas Abu Dzarrin )
13. al-hasan ( pim . . . . )
14. at-taqowwiyah ( pim..., ,bin KH.Mas Nur Rosul )
15. lupa namanya ( pim. Kyai Mas Qadir )
16. al-ahih ( pim. KH.Mas Dawam )
17. lupa namanya ( pim. KH.Mas Busyairi )
18. Al-badar ( pim . KH.Mas Nur )
19. lupa namanya ( pim. KH.Mas abdul qahar )
20. Al-badar putri ( pim. KH.Mas Muzammil )
21. lupa namanya ( pim. KH.Mas Yazid )
ndresmo.blogspot.com


ini adalah gambar yg diambil dari video berupa maqbaroh atau kubur para habaib ahli ndresmo . sebenarnya bukan tempat sini saja , tapi masih banyak ditempat sekitar yg berada diluar pagar tembok itu . untuk saat ini , ini dulu yang di tampilkan . banyak yang tidak dapat diketahui nama2 persatu kubur siapa itu .sebab itu bagi yg mengetahui dan ngerti silahkan konfirmasi .











Baca Lagi(klik judul)......


pesantren at-tauhid: tonggak pendidikan modern pesantren sidoresmo


majalah hidayah edisi 50 september 2005

Hari itu, Senin 11 Juli 2005. Hari masih pagi, tatkala penulis menyusuri kota Surabaya untuk sebuah tugas liputan berita ke daerah. Bahkan saat penulis tiba di Wonokromo, waktu masih cukup pagi. Jam menunjukkan pukul 07.00 WIB dan orang-orang kota sedang masuk ke kantor untuk memulai aktivitas kerja dan pergi ke pasar sehingga jalanan kota diliputi deru kendaraan dan lalu lalang orang.

Namun, niat penulis sudah bulat untuk mencari sepotong alamat yang tergenggam di tangan untuk menemukan pondok pesantren Sidoresmo, sebuah pesantren tua di Surabaya yang menjadi salah satu agenda peliputan.

Meski di pagi hari itu, penulis didera kebimbangan, tapi tidak membuat penulis putus semangat. Karena itu, penulis memutuskan lebih baik naik becak seperti saran seorang teman asli Surabaya yang sebelumnya penulis hubungi lewat telpon, “Daripada susah-sasah mencari alamat, mending kamu naik becak jika hendak ke pesantren, sebab semua tukang becak di Wonokromo sudah tak asing dengan ponpes Sidoresmo”. Saran itulah yang akhirnya penulis pilih.

Rupanya, saran itu benar adanya. Selain, tukang becak yang kebetulan penulis pilih sudah mengenal kampung Sidoresmo ternyata untuk sampai ke pesantren juga tak memakan waktu lama. Sekitar 10 menit, sampailah penulis di gang masuk ke pesantren. Tetapi, betapa terkejutnya penulis saat turun dari becak dan menemukan kampung Sidoresmo itu dipenuhi dengan komplek pondok. Tak kurang 13 pesantren berdiri di kampung yang dikenal dengan nama Sidoresmo itu. Hilir mudik santri di pagi itu malah memenuhi ruas gang pondok.

Akhirnya, penulis menetapkan untuk memilih pesantren At-Tauhid untuk peliputan. Berikut ini adalah hasil liputan penulis seputar sejarah berdirinya pesantren At-Tauhid, pola pendidikan dan kegiatan sehar-hari santri yang menghuni bilik pesantren At-Tauhid, yang beralamatkan di Sidoresmo Dalam II/37 Surabaya.

Memiliki Sejarah Panjang
Berbicara tentang pesantren At-Tauhid, tentunya tidak bisa dilepaskan dari pesantren Dresmo (Sidoresmo) sebagai cikal bakal awalnya. Sebab, pesantren At-Tauhid adalah salah satu penerus (bagian pesantren Dresmo) yang di tengah kemajuan zaman kemudian memilih menerapkan sistem pendidikan madrasah dan sekolah, selain mengajarkan kitab-kitab klasik. Sementara keberadaan pesantren Dresmo sendiri, tidak bisa dilepaskan dari kiprah Mas Ali Akbar yang telah membuka lembaran emas keluarga (besar) Sidoresmo yang ditempati tiga belas pesantren yang masih terikat satu ikatan keluarga. “Jadi, antara pesantren satu dengan pesantren yang lain itu masih satu keluarga”, demikian awal penuturan Muh. Rido`i (salah satu santri kepercayaan dari KH. Mas Mansyur Tholhah –pengasuh pesantren At-Tauhid) tentang awal mula sejarah pondok Pesantren At-Tauhid.

Syayyid Ali Akbar itu dulunya pernah menjadi murid Sunan Ampel. Setelah dinilai cukup mumpuni, Sayyid Ali Akbar kemudian ditugaskan menyebarkan ilmu agama Islam dan menemukan daerah sebelah timur Wonokromo. Di daerah itulah, Sayyid Ali Akbar babat alas untuk mewujudkan niat mendirikan kampung santri. Dari tahun ke tahun, ternyata kampung itu menjadi ramai dan banyak dikunjungi orang.

Ada cerita berkaitan penamaan kampung Sidoresmo. Suatu malam, ketika Sayyid Ali hendak melaksanakan shalat tahajud di masjid, beliau melihat ada 5 santrinya yang sedang nderes. “Dari situ, lalu beliau mendapat inspirasi untuk menamai desa itu dengan sebutan Dresmo, asal kata dari kalimat “NDERES SANTRI LIMO” yang kemudian lebih popular disebut Sidoresmo (Sido Nderes Santri Limo) hingga sekarang”, cerita Muh. Rido`i mengenai penamaan kampung Sidoresmo.

Sepeninggal Sayyid Ali, perjuangan itu kemudian diteruskan salah satu putra beliau yang bernama Mas Sayyid Ali Asghor. Sebagaimana perjuangan ayahnya yang penuh liku-liku dan dengan berani melawan penjajah Belanda, Sayyid Ali pun dengan berani menentang Belanda selain menjadikan pesantren sebagai tempat dalam menyebarkan Islam.

Pesantren Sidoresmo hingga kini dikenal sebagai pesantren tua di Surabaya dan dari penerusnya telah mencetak beberapa ulama Surabaya pada khususnya dan di pulau Jawa pada umumnya Salah satu dari penerus itu tercatat Mas Sayyid Abdul Qohar yang telah berhasil memasyarakatkan kita-kitab fiqh di pesantren. Dari kiprah beliau, tercatat telah berhasil mencetak santri-santri yang jadi ulama besar, di antaranya Kiai Sholeh (pendiri Pesantren Pelangitan Widang Tuban Jatim) dan Kiai Sholeh (pendiri pesantren Darat Semarang).

Dari salah satu seorang pewaris perjuangan dan ahli waris keturunan pendiri ponpes Sidoresmo tercatat nama KH. Mas Tholhah Abdullah Sattar, beliau dilahirkan di Surabaya 12 Desember 1919 M (yang kemudian mendirikan ponpes At-Tauhid). Pada masa mudanya, sebagaimana pemimpin pesantren Sidoresmo terdahulu, beliau juga dikenal aktif melakukan perang gerilya bersama tentara Hizbullah dan pasukan Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Setelah Indonesia merdeka, KH Mas Tholhah melihat bahwa pola pendidikan dan pengajaran di pesantren dirasakan masih perlu adanya perbaikan dan peningkatan sistem. Karena itulah, beliau kemudian bertekat keras melaksanakan niat itu sehingga tahun 1969 M, berdirilah ponpes Islam At-Tauhid Sidoresmo. Pesantren ini bernama pesantren Islam At-Tauhid yang berkedudukan di Sidoresmo Surabaya Dalam 37 Surabaya. Ponpes ini didirikan –secara formal –tahun 1969 M. oleh KH Mas Tholhah Abdullah Sattar selaku pewaris dan pengasuh ponpes Sidoresmo sejak kurang lebih 400 tahun yang silam.

Diberi nama pondok pesantren Islam At-Tauhid oleh pendirinya KH. Mas Tholhah Abdullah Sattar dengan harapan (tafa`ulan) agar masyarakat sekitar pondok setidaknya dapat; pertama, senantiasa meng-Esa-kan Tuhan. Kedua, memenuhi tujuan hidup, menghambakan diri hanya pada Allah. Ketiga, tetap menyatukan nilai-nilai persaudaraan (ukhuwah islamiyah, ukhuwah watoniyah dan ukhuwah basariyah).

Sistem Pendidikan Pesantren
Bersamaan itu pula, dibukalah Madrarah tingkat Ibtida`iyah. “Gagasan ini sebenarnya dari KH Mas Tholhah, namun yang ditunjuk untuk melaksanakannya adalah putranya KH. Mas Mansyur Tholhah. Saat itu, KH Mas Tholhah masih hidup, namun sang putra diberi wewenang untuk mendirikan madrasah,” ucap Muh. Rido`i mengenai gagasan awal pendirian madrasah dan pendidikan modern di pesantren At-Tauhid.

Pada tahun ajaran 1976-1977 M. Madrasah Ibtida`iyah mulai mengeluarkan lulusan pertama dengan ijazah negeri, pada tahun ajaran 1977-1978 M. berdiri Madrasah Tsanawiyah dan pada tahun ajaran 1980-1981 M. mengeluarkan ijazah negeri untuk tingkat SLTP. Karena waktu itu belum ada tingkat aliyah, lulusan Madrasah Tsanawiyah At-Tauhid melanjutkan ke Madrasah Aliyah di luar pondok. Kini sudah banyak yang duduk di bangku kuliah dan ada yang dikirim ke Timur Tengah. Pada tahun ajaran 1985-1986 M mengeluarkan lulusan Aliyah pertama. Selanjutnya demi tuntutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan agama secara mendalam, tahun 1988 M. didirikanlah Madrasah Diniyah (khusus pendidikan agama) dan pada tahun 1992 M, didirikan juga taman pendidikan al-Qur`an (TPA).



Tak salah, jika dari kiprah KH. Mas Tholhah Abdullah Sattar yang dilaksanakan oleh putra beliau bernama KH. Mas Mansyur Tholhah kini pesantren At-Tauhid telah melakukan pengembangan sistem pendidikan dengan pijakan Al-Muhafadzotu Alal-Qodimi Sholih wal-Akhdzu bil-Jadidil Ashlah, serta memperbaiki sistem pengajaran yang bernidhom dari tingkat Raudlotul Athfal, Ibtidaiyah sampai tingkat Aliyah, baik di bidang pendidikan agama maupun kejuruan serta mengadakan perbaikan sarana-prasarana dan fasilitas pendukung lain dengan memberikan tuntunan dan menanamkan rasa mawaddah warahmah antar-santri (siswa-siswi) dengan guru-guru/pengasuh dan masyarakat dalam artian luas. Selain itu, juga mengadakan kursus pengetahuan agama dan umum terutama ilmu ketauhidan.


Ternyata, tidak terasa kalau penulis sudah hampir empat jam berada di ponpes tua di kota yang dijuluki kota pahlawan ini. Mungkin semua itu, dikarenakan sambutan hangat yang diberikan oleh pengasuh dan santri, yang membuat penulis lupa jika ada tugas lain yang harus dikerjakan dan diliput. Setelah penulis merasa kenyang dan hilang dari dahaga, akhirul kalam berpamitan dan bergegas pergi menyusuri kota Surabaya yang panas --karena matahari sudah berada di atas kepala.


silsilah KH.Mas Mansur Azmatkhan bin Ahmad Thalhah bin Abdullah Sattar, Pengasuh Pondok Pesantren Islam At-Tauhid.
Diposkan oleh JURAGAN DUSO "MANUSIA HEBAT COMMUNITY"



1. KH. Mas Mansur Azmatkhan.
2. Kiai Ahmad Thalhah.
3. Kiai Abdulloh Sattar.
4. Kiai Muhammad Nur.
5. Kiai Abdul Qohhar.
6. Kiai Thalhah.
7. Kiai Hajji.
8. Kiai Muhammad.
9. Kiai Abdulloh Mansur.
10. Kiai Abdul Karim.
11. Kiai Khatib. Dimakamkan di Pranggan, Sumenep.
12. Sayyid Ahmad Baidhawi (Pangeran Ketandur). Dimakamkan di Sumenep.
13. Sayyid Shaleh (Panembahan Pakaos). Dimakamkan di Kudus, Jawa Tengah.
14. Sayyid Ja'far Shadiq (Sunan Kudus). Dimakamkan di Kudus.
15. Sayyid Utsman Haji (Sunan Ngudung). Dimakamkan di Troloyo.
16. Sayyid Fadhal Ali Al-Murtadha (Raden Santri /Raja Pandita). Dimakamkan di gresik.
17. Sayyid Ibrahim (Asmoro). Dimakamkan di Tuban.
18. Sayyid Husain Jamaluddin. Dimakamkan di Bugis.
19. Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin. Dimakamkan di Naserabad, India.
20. Sayyid Abdullah. Dimakamkan di Naserabad, India.
21. Sayyid Abdul Malik Azmatkhan. Dimakamkan di Naserabad, India.
22. Sayyid Alawi ‘Ammil Faqih. Dimakamkan di Tarim, Hadramaut, Yaman.
23. Sayyid Muhammad Shahib Mirbath. Dimakamkan di Zhifar, Hadramaut, Yaman.
24. Sayyid Ali Khali’ Qasam. Dimakamkan di Tarim, Hadramaut, Yaman.
25. Sayyid Alawi. Dimakamkan di Bait Jabir, Hadramaut, Yaman.
26. Sayyid Muhammad. Dimakamkan di Bait Jabir, Hadramaut, Yaman.
27. Sayyid Alawi. Dimakamkan di Sahal, Yaman.
28. Sayyid Abdullah/Ubaidillah. Dimakamkan di Hadramaut, Yaman.
29. Al-Imam Ahmad Al-Muhajir . Dimakamkan di Al-Husayyisah, Hadramaut, Yaman.
30. Sayyid Isa An-Naqib. Dimakamkan di Bashrah, Iraq.
31. Sayyid Muhammad An-Naqib. Dimakamkan di Bashrah, Iraq.
32. Al-mam Ali Al-Uraidhi. Dimakamkan di Al-Madinah Al-Munawwarah.
33. Al-Imam Ja’far Ash-Shadiq. Dimakamkan di Al-Madinah Al-Munawwarah.
34. Al-Imam Muhammad Al-Baqir. Dimakamkan di Al-Madinah Al-Munawwarah.
35. Al-Imam Ali Zainal Abidin. Dimakamkan di Al-Madinah Al-Munawwarah.
36. Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib. Dimakamkan di Karbala, Iraq.
37. Sayyidatina Fathimah Az-Zahra’ binti Sayyidina Muhammad Rasulillah dimakamkan di Madinah Al-Munawwarah.

demikianlah silsilah Almukarrom KH.Mas Mansur Azmatkhan bin Ahmad Thalhah bin Abdullah Sattar, Pengasuh Pondok Pesantren Islam At-Tauhid.


kyai mas khozin bin muhammad basyeiban dan putra2 beliau

KYAI MUHAMMAD KARROR BIN DIMYATHI

KH MAS AHMAD MUHAJIR BIN MANSHUR


Sayyid Mujahid Bin Sayyid Ali Ashghor

beliau ini adalah Sayyid Mujahid Bin Sayyid Ali Ashghor bin Ali Akbar(Aal Basyeiban Aal Ali Akbar) bin Sulaiman Mojoagung(Sunan Kanigara) bin Abdurrahman Tajuddin(Cirebon) bin Umar AbuHafs(Belgaum Karnataka,India) bin Abdullah bin Umar(Shohib kitab "Tarikh Aal Basyeiban) bin Muhammad Asy-Syaibah bin Ahmad (wafat tahun 870h) bin Abubakar Basyeiban bin Muhammad Asadullah bin Hasan Atturabi bin Syaik Ali bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khali` Qasam ...bin Rasulullah SAW.Beliau ini adalah putra dari sayyid ali ashghor yang konon menurut cerita dindresmo adalah orang yg sangat zuhud ' alim dan wara' . seperti pada umumnya putra seorang kyai , beliau juga mondok ditempat lain disamping sudah banyak mendapatkan pendidikan dari sang ayah sendiri . dalam sejarah beliau telah mondok pada seorang kyai kharismatik diponorogo yg dulunya adalah salah satu santri dari kakek beliau : sayyid ali akbar bin sulaiman . nama kyai itu adalah ki ageng hasan besari .

sayyid ali ashghor sangatlah mengerti terhadap tatacara mencari ilmu . maka sebelum putranya itu berangkat ke ponorogo beliau mendapat pesan dari ayahnya agar jangan mengaku dari ndresmo . sebab jika kyai hasan besari tahu jika sayyid mujahid adalah cucu dari pada gurunya , maka bukan tidak mungkin pasti mendapatkan ke-istimewaan yg melebihi santri2 lainnya . sayyid mujahid pun faham betul akan pesan ayahnya itu . segera dipersiapkan bekal2 yang akan beliau bawa nantinya . setelah dirasa cukup berangkatlah kyai mujahid muda itu dg tanpa diantar oleh siapapun . sejarah mencatat disaat kyai mujahid berangkat keponorogo , ilmunya sudah banyak ( 'alim ) . keinginan ayah beliau hanyalah mondok tabarrukan saja kesana . karena bagiamanapun juga , kyai hasan besari adalah salah satu santri 5 yg ikut dipondok ayahnya ( sayyid ali akbar bin sulaiman )dulu hingga terciptalah nama NDRESMO .


video perihngatan maulid dan haul ponpes at tauhid sidoresmo 12-01-2013,jagir wonokromo,surabaya

Tidak ada komentar:

bagikan!