Jumat, 03 Juni 2011
tak ada apa-apa lagi disini...
badai baru saja berlalu,Dina si anjing betina yang terpuruk di tumpukan sampah bekas terjangan tsunami besar Jepang sehari yang lalu masih tampak meringis kesakitan menahan kepedihan di sekujur tubuhnya.pilu hatinya menguap dan terbawa oleh kepiluan hari ini.disisa-sisa sampah ini,masih terasa sayatan pedih alam yang membumihanguskan jiwa-jiwa yang baru sore kemarin bermain-main dalam cerita yang biasa dijalani.
didermaga yang tampak tegar di utaranya,masih belum terlihat lagi bau kehidupan.segalanya musnah,namun harapan itu belum juga muncul...
"rio,dimanakah engkau..."bisik dina tertahan.
kapal-kapal seperti monumen tanpa dosa yang timbul dan tenggelam seiring badai kini teronggok begitu saja bagaikan latta dan uzza di sepanjang tepian pantai Miyagi.hanya saja tak ada yang begitu peduli dengan hal itu.dibawah salah satu kapal besar pengangkut ikan,terlihat tubuh kecil lain yang juga tertatih,berusaha keluar dari kemelut yang begitu menyekat pikirannya akan bayangan badai besar yang baru saja berlalu tersebut.ketegarannya mengobrak-abrik segala yang terserak disana.namun kepedihannya pun tak dapat disembunyikan.ia hanya tahu bahwa disini,sehari yang lalu,adalah jalan yang baru saja ia lalui bersama kekasihnya.dan hari ini,bayangan itu sungguh terlalu berat untuk ditempuh bersama bengisnya kegelisahan dalam hatinya.ia terus melompat dan menerjang...berusaha untuk menemukan harapan.
"dina...!!" rio berteriak setengah tak percaya ketika ia menemukan tubuh pucat kekasihnya yang tergolek layu dekat tumpukan sampah yang tak begitu jelas berbeda dengan apa yang terserak disekelilingnya.rio tak lagi mempedulikannya.dan masih ada beberapa lompatan lagi sebelum...
"dina..! bangunlah..bagaimana keadaanmu?!",masih belum ada suara.
sementara kepulan asap dari kilang minyak yang terbakar mulai menyekat tenggorokan.burung-burung nasar seolah masih menyimpan seringainya..
"aku..kaukah itu rio?",burung-burung nasar pun tersenyum dan beranjak pergi...
"aku tak mampu berdiri.."kata-kata dina menenggelamkan kekalutan dihati rio.
seperti letupan asap putih diatas lokomotif kereta,secepat kilat rio mendekatinya dan mendekatkan kepalanya.tak ada suara yang terbisik disana melebihi suara rauman angin pasat."segalanya musnah..aku tahu,"bisik dina kemudian.
"tapi tak ada apa-apa lagi disini dina..."kata rio memecah keheningan dibalik latar biru samudra dan keriuhannya yang mengharu.
"aku akan membawamu pergi dari sini.."ucap rio dalam daya hidup yang membantu dina untuk tetap bertahan.sementara bayu tak lagi ramah bertiup..
rio melangkah perlahan,"akan ada mukjizat yang akan mendatangi kita dina...aku yakin".
waktu berjalan semakin kejam,deburan ombak telah beribu kali surut keharibaan samudra.tak ada yang dapat dilakukan oleh rio selain bersurut pula mendekatkan kepalanya ke dekat dina,dalam cadasnya kepenatan yang juga menghujamnya.
tetapi belum begitu curam kelok bayangan kapal darimana ia bangkit dan keluar tadi,rio merasa ada harapan tersembul dalam hatinya.sejurus ia berdiri,melompat dan menemukan beberapa orang manusia yang sedang sibuk pula dalam pencarian mereka.sejenak ia terdiam,sebelum kemudian memutuskan untuk bergerak mendekat kearah kumpulan orang itu.betapa tak terkira hatinya ketika dilihatnya orang-orang itu melihat kedatangannya.ia menggonggong dan terus menggonggong sambil terus bersurut kearah dina yang sudah tak sadarkan diri lagi.orang-orang itu berjalan kearahnya,mengikutinya,dan kemudian mengambil tubuh dina bersama dengan tubuhnya.dan membawa mereka kemudian mengangkut mereka kedalam mobil yang membawa mereka pergi dari semua bayangan kemusnahan itu.mengantarkan mereka kemedan perjuangan baru yang akan mereka tempuh bersama lagi.dan rio,dalam kemenangannya hari ini,telah menjelma sebagai sesosok pahlawan kecil yang berjuang demi nafas hidup kekasihnya...
Baca Lagi(klik judul)......
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)














0 komentar:
Poskan Komentar