masih dalam bulan yang sama,dimana saat ini,dibulan ini usiaku sudah menginjak angka 27 alias dua puluh tujuh.banyak perubahan dalam beberapa tahun terakhir.dan semoga ini juga menjadi tonggak pancang penyaksian akan kehidupan yang lebih baik dan lebih baik lagi di masa mendatang.walaupun keadaan dunia setiap harinya tampak lebih mengejutkan dibanding keadaan penghuni didalamnya,tetapi ada harapan akan dunia yang menentramkan hati,entah dimana,kapan,dan seperti apakah wujud dunia tersebut.
yang jelas,beberapa hari ini aku merasa masih juga belum kehilangan kebingungan.bukan kebingungan yang besar.sempat mencoba bekerja sebentar di three(3) gsm dan...gagal lagi.
sepertinya gagal lagi itu adalah kata yang sangat ampuh untuk semakin memperparah kebingunganku,atau mungkin juga mengkerucutkannya.
terlintas dipikiran saat ini adalah mencari kesempatan yang lebih besar lagi,dan berusaha untuk meraihnya sebaik mungkin.dan semoga saja tak ada halangan yang berarti dalam usahaku menempuh jalan tersebut.
sebentar saja berkumpul dengan orang-orang yang aktif dalam suatu bidang,tampaknya membuka pikiranku seperti makna seupil nuclear factor bagi populasi membran sel.
tak ada salahnya dengan pemikiran baru,dan filter yang ampuh untuk menyaring mana yang baik dan mana yang jelek.
banyak hal yang sebelumnya tidak pernah dan tidak bisa kuketahui tampak samar-samar terlihat.dunia benar-benar seperti sebuah desa sekarang.dan kita adalah orang-orang desa...ckckck
Baca Lagi(klik judul)......
tetapi itu kenyataan,bukan bualan.bayangkan saja dari sekitar 6,7 milliar penduduk dunia saat ini,menurut fakta,3 milliar diantara mereka masih menggunakan tungku berbahan bakar kayu untuk memasak.itu berarti separuh dari penduduk bumi ini adalah orang-orang desa atau setidaknya bersikap seperti orang desa hehe..
sekali lagi ini fakta,walau ada lagi yang lebih miris.banyak pula diantaranya yang masih belum pernah mengecap utilitas listrik dalam kehidupan sehari-hari mereka.di Indonesia hal tersebut pastilah bukan barang baru,lihat saja penduduk baliem di Papua.
tetapi sekian banyak pengguna kayu bakar itu bukannya tidak memberikan kontribusi apa-apa bagi perubahan iklim loh.justru kontribusi mereka sangat signifikan.jika ruang lingkup pengaruhnya kita perluas kepada bumi kita tempat berdiam,mungkin bukan masalah besar sejak bumi kita memiliki mekanisme feedback positif dan negatif bak termostat alami.tetapi pikirkanlah dampaknya bagi lingkungan sekitar mereka sendiri,dan pastinya bagi diri mereka sendiri.India adalah contoh yang baik untuk permasalahan ini.
kembali ke masalah bingung tadi,yang jelas aku makin tambah bingung saja sekarang harus menulis apalagi.lagipula hari juga sudah malam.terasa hawa yang panas walau sebenarnya sudah berkurang,disini tetap terasa.tetapi at least kita sama-sama merasakannya..."














0 komentar:
Poskan Komentar