tampak disamping adalah gambar-gambar dari para pekerja di reaktor fukushima yang mengalami kebocoran setelah dihantam gempa berkekuatan 9.0 r ditambah tsunami susulan setinggi 14 meter.
tampak para pekerja terlihat sangat kerepotan dalam masalah pelik ini.ketika air yang ditumpah ruahkan ke dalam reaktor,dan memang cuma itu sepertinya upaya yang bisa dilakukan,dengan reaktor yang rusak berat dihempas oleh runtutan ledakan hydrogen sehari kemudian..
sementara mereka lintang pukang,tak terbayangkan betapa banyak batang bahan nuklir yang tersimpan didalam reaktor 1,2,3 dan bahkan lebih banyak lagi pada reaktor 4.
INES telah menaikkan level bencana ini kedalam level 7,artinya setara dengan bencana chernobyl.hanya saja seperti yang aku tahu,chernobyl tidaklah lebih dari 400 ton.sementara di daiichi reaktor setidaknya terdapat lebih dari 3000 ton bahan bakar nuklir yang siap menghantui kehidupan tahun-tahun kedepan.
bencana inilah yang ditakutkan banyak orang untuk menjadi kenyataan.karena pada kenyataannya bermain dengan nuklir tidaklah sesederhana membeli tiket untuk sebuah pertandingan sepakbola(tapi mungkin ada perkecualian untuk indonesia).
presiden TEPCO berkali-kali meminta maaf dan bahkan menangis atas musibah ini,tapi musibah tetap saja musibah.ia dapat menimpa siapa saja,kapan saja,dan begitulah,..seenaknya saja.
rentetan kejadian ini bermula ketika siang menjelang sore itu tepatnya tanggal 11 maret 2011 terjadi gempa yang cukup dahsyat sebesar 9.0 skala richter yang bergetar setidaknya selama dua menit diutara Tokyo.kontan hal ini membuat pasokan listrik diwilayah tersebut putus alias mati total.pada waktu ini,TEPCO segera berinisiatif memasang generator yang memang telah tersedia insite.tetapi tak dinyana,datang gelombang tsunami setinggi 14 meter yang menyapu habis daratan fukushima dan miyagi.benteng pertahanan setinggi 5.7 meter jelas tak cukup menahan datangnya gelombang pembinasa ini.
Baca Lagi(klik judul)......
kemudian ketika keadaan berangsur membaik,cepat mereka membawa baterai kecil yang cukup untuk memasok listrik dalam beberapa jam saja.tetapi lagi-lagi tampaknya muncul masalah yang pelik,diantaranya ketidaksesuaian pada colokan baterai,dimana bagian utara jepang menggunakan colokan berfrekuensi 60 khz dan bagian selatan jepang menggunakan frekuensi 50 khz.terlepas dari itu,tampaknya masalah yang kemudian datang tak lagi dapat diatasi dengan akal sehat.
tepat satu hari kemudian terjadilah ledakan keras yang diakibatkan oleh hydrogen yang mampat terkungkung didalam kontainer tersebut.ledakn pada reaktor 1 ini berturut-turut diikuti lagi oleh ledakan pada reaktor 2 dan kemudian 3 berselang hari.
begitulah kronologi peristiwa pada kejadian bencana alias katastrofi nuklir yang terjadi di daiichi fukushima,jepang.tak ada yang ganjil pada kejadian ini,karena safety sepertinya telah dijalankan dengan ketat.namun bagaimanapun,kuasa alam seharusnya telah dapat ditelaah terlebih dahulu sebelum membangun sebuah bangunan yang segala macam rincian tetek bengeknya dikontrol dengan ketat oleh pengawasan dari pemerintah pusat.dalam hal ini pemerintah jepang pun sepertinya tak dapat berbuat apa-apa untuk mengatasi kebocoran yang terus terjadi dan bahkan meningkat dua kali lipat dan mencapai ukuran tertingginya pada minggu keenam ini.waktu dimana chernobyl telah mereda amarahnya.tak ada yang tahu pasti apa yang akan terjadi selanjutnya.mungkin..mungkin saja,kita akan menuju ke suatu titik dimana tak ada lagi kesempatan untuk kembali alias the turning point...















0 komentar:
Poskan Komentar