beginilah 2010...ha ha.semakin luas aku mencermati tingkah polah manusia diawal milenium baru ini.semakin pula aku terperangah.manusia tidak hanya semakin cerdas..tetapi juga menjengkelkan.web 2.0 telah banyak merubah wajah dunia sejak kemunculannya di awal 2000.dan saat ini kita masih menantikan datangnya web 3.0 yang katanya sih dimulai tahun ini sampai dengan 2020 nanti.wah...bakal lebih menarik itu...
banyak kegilaan-kegilaan yang kadang-kadang membuat aku terpingkal-pingkal.mereka mabuk..ya.banyak studi menunjukkan kalau internet membuat otak kita ketagihan.dan ada semacam efek hipnosis ketika kita telah saling terhubung di dunia maya.
walaupun secara filosofis memang kita menjadi lebih aware sebagai makhluk sosial.dan lebih tinggi dalam rantai makanan-lihat saja bagaimana raja monyet mendapatkan makanan;ia mendapatkannya begitu saja dari anak buahnya-tetap saja kegilaan-kegilaan itu muncul tanpa disengaja.
dibawah ini sengaja aku kutip sedikit hal yang membuat otak relax.satu cerita kecil yang tak sengaja aku temukan ketika sedang berkelana di facebook.senyum kecil langsung tersimpul dibibirku demi membaca cerita ini.
Baca Lagi(klik judul)......
TELUR
Jelang hujan lebat di tengah siang, ibu angsa itu akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir tidak jauh dari tujuh telurnya yang sudah dieraminya selama dua minggu.
Namun luka di paha ibu angsa itu mengindikasikan ada sesuatu yang berat telah dihadapi si ibu angsa tadi malam. Apakah dia habis bertarung dengan seekor ular yang hendak memakan telur-telurnya dan kena pagut yang membawa kepada kematiannya? Saya tidak tahu.
Namun mengingat halaman itulah satu-satunya lahan yang masih kosong dan belum dibangun boleh jadi disinilah ular-ular yang terdesak hidup bersarang. Atau boleh jadi musang. Entahlah.
Angsa itu tidak bernama. Mungkin juga tidak punya sejarah sebagaimana dipahami manusia.
Ibu angsa itu mati karena mempertahankan telur atau bakal anak-anaknya. Jika dia menghindar dan membiarkan saja ular atau musang itu mengambil telurnya, mungkin saja dia selamat dan masih bisa berkoar-koar. Namun naluri keibuannya mendorong dia mempertahankan dan membelanya. Dan kenyataan menunjukkan dia kalah. Dia berakhir.
Mau diapakan tujuh telur yang telah ditinggali ibu angsa ini? Telur itu masih membutuhkan kehangatan sayap ibunya beberapa minggu lagi sebelum pecah dan menjadi anak-anak angsa yang hidup. Namun kini Ibunya sudah tiada. Lantas haruskah telur-telur itu berakhir juga?
Saya menyuruh teman memasukkan telur-telur itu ke kardus, meletakkannya di belakang dapur dan memasang lampu pijar untuk menghangatkannya. Saya tidak pernah belajar memelihara angsa. Saya tidak tahu apakah itu cara efektif.
Namun dalam hidup ini kita harus selalu mencoba,memasukkan telur-telur itu ke kardus, meletakkannya di belakang dapur dan memasang lampu pijar untuk menghangatkannya,walau tidak tahu apakah itu cara efektif.Sang Khalik telah menyediakan dalam telur-telur itu daya kehidupan. Semoga ada keajaiban: telur itu bisa menetas.
RESEP TELUR CABAI
Bahan
-10 butir telur,rebus
-5 lembar salam
-4 sendok makan minyak goreng
Bumbu Halus
-20 buah cabe hijau
-3 buah tomat hijau
-15 siung bawang putih
-4 CM lengkuas
-2 sendok teh garam
Pembuatan
1.bumbu halus dan daun salam ditumis hingga harum
2.mauskan telur.aduk terus hingga bumbu meresap













